Jakarta (KABARIN) - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) bekerja sama dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau Surge untuk menyediakan layanan internet gratis tanpa kuota bagi 4.095 perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Indonesia.
Wakil Ketua Aptisi Paristiyanti Nurwardani mengatakan program tersebut ditargetkan mulai menjangkau 1.334 kampus di Pulau Jawa hingga Oktober 2026 sebelum diperluas ke wilayah luar Jawa secara bertahap.
Menurut Paris, kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, mulai dari pembelajaran, penelitian, hingga penjaminan mutu kampus.
Ia menjelaskan fasilitas yang diberikan bukan hanya internet gratis, tetapi juga layanan basis data bersama yang memungkinkan civitas akademika antarperguruan tinggi saling berbagi materi pembelajaran dan ide.
"Baik itu untuk pendidik pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, penjaminan mutu internal. eksternal, pelatihan, dan juga kegiatan good governance university yang memang sudah kita canangkan bersama-sama," kata Paris di Jakarta, Selasa.
Rektor Universitas Bhakti Asih Tangerang itu menambahkan sistem basis data terintegrasi tersebut memungkinkan kampus swasta berbagi sumber daya pendidikan, termasuk modul pembelajaran digital demi menciptakan pemerataan mutu pendidikan tinggi.
Sementara itu, Direktur PT Telemedia Komunikasi Pratama yang merupakan anak usaha Surge, Andi L. Bharata, menyebut pemerataan infrastruktur digital menjadi faktor penting untuk mengurangi kesenjangan kualitas lulusan antarwilayah.
"Terutama pasti layanan internet yang gratis. Jadi kita berikan layanan internet menggunakan fiber optik murni dengan kecepatan 1 gigabit (per detik) tanpa kuota. Jadi nggak ada FUP (fair usage policy), nggak ada sebagainya, itu kita berikan untuk menunjang pembelajaran di perguruan tinggi," ujarnya.
Selain jaringan internet gratis di lingkungan kampus, pihaknya juga menyiapkan paket internet khusus bagi dosen dan mahasiswa untuk penggunaan di rumah dengan harga yang lebih terjangkau.
Di sisi lain, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyambut positif kolaborasi tersebut.
Menurut Brian, langkah itu menjadi terobosan penting dalam mempercepat pembangunan ekosistem pendidikan tinggi yang modern dan mudah diakses di Indonesia.
"Hal ini merupakan terobosan yang luar biasa. Kami mengapresiasi langkah strategis ini di era di mana sains, teknologi, dan pengetahuan menjadi salah satu kunci kemajuan bangsa," kata Brian.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026